Senin, 28 November 2011

KARAKTERISTIK ISLAM DAN SUBSTANSINYA


DEVINISI ISLAM

Syariat islam merupakan ajaran islam yang mengajarkan amalan manusia yang sebagai makhluk ciptaan Allah maupun hamba Allah S.W.T. islam juga berarti mentauhidkan Allah, patuh dan tunduk kepadaNya serta mematuhi semua ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W dan Islam mencakup antara Aqidah-Syariat-Akhlak.
Prinsip-prinsip Asas Islam antara lain:
Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah
Manusia adalah khalifah Allah
Menjadikan islam sebagai cara hidup:
-) Patuh kepada Allah
-) Hubungan baik kepada sesama manusia
-) Bersikap sederhana
-) Menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran
-) Bersyukur dan Tawakal


A.    KARAKTERISTIK AJARAN ISLAM
Apabila meneliti sumber kepustakaan Islam yang ditulis oleh para cendekiawan atau para ulama, kita akan mengetahui bahwa ajaran-ajaran Islam memiliki karakteristik yang khas, yang berbeda dari ajaran-ajaran agama lainnya.
Ali Anwar Yusuf menyebutkan bahwa karakteristik ajaran Islam tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Komprehensif
Walaupun umat Islam itu berbeda-beda bangsa dan berlainan suku, dalam menghadapi asas – asas yang umum, umat islam bersatu padu untuk mengamalkan asas – asas tersebut.
2.    Moderat
Islam memenuhi jalan tengah jalan yang imbang, tidak berat kekanan untuk mementingkan kejiwaan (rohani) dan tidak berat kekiri untuk mementimgkan kebendaan (jasmani). Inilah yang disitilahkan dengan teori wasathiyah, menyelaraskan antara kenyataan dan fakta dengan ideal dan cita – cita. Hal ini tergambar di banyak tempat dalam al-qur’an diantaranya:
y7Ï9ºxx.ur öNä3»oYù=yèy_ Zp¨Bé& $VÜyur (#qçRqà6tGÏj9 uä!#ypkà­ n?tã Ĩ$¨Y9$# tbqä3tƒur ãAqߧ9$# öNä3øn=tæ #YÎgx© 3 $tBur $oYù=yèy_ s's#ö7É)ø9$# ÓÉL©9$# |MZä. !$pköŽn=tæ žwÎ) zNn=÷èuZÏ9 `tB ßìÎ6®Ktƒ tAqߧ9$# `£JÏB Ü=Î=s)Ztƒ 4n?tã Ïmøt7É)tã 4 bÎ)ur ôMtR%x. ¸ouŽÎ7s3s9 žwÎ) n?tã tûïÏ%©!$# yyd ª!$# 3 $tBur tb%x. ª!$# yìÅÒãÏ9 öNä3oY»yJƒÎ) 4 žcÎ) ©!$# Ĩ$¨Y9$$Î/ Ô$râäts9 ÒOŠÏm§ ÇÊÍÌÈ
Artinya: Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
3.    Dinamis
Ajaran Islam mempunyai kemampuan bergerak dan berkembang, mempunyai daya hidup, dapat membentuk diri sesuai dengan perkembangan da kemajuan ajaran Islam terpencar dari sumber yang luar dan dalam, yaitu islam yang memberikan sejumlah hukum positif yang dapat dipergunakan untuk segenap masa dan tempat.
4.    Universal
Ajaran Islam tidak ditujukan kepada suatu kelompok atau bangsa tertentu, melainkan sebagai rahmatan lil ‘alamin,sesuai dengan misi yang diemban oleh Rasululloh SAW. Ajaran Islam diturunkan untuk dijadikan pedoman hidup seluruh manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dengan demikian, hukum islam bersifat universal, untuk seluruh umat manusia di muka bumi dan dapat diberlakukan di setia bangsa dan Negara.
Firman-Nya:
!$tBur y7»oYù=yör& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉtRur £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ
Artinya: Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui.
5. Elastik atau Fleksibel
            Ajaran Islam berisi disiplin-disiplin  yang dibebankan kepada setiap individu. Disiplin-disiplin tersebut wajib ditunaikan dan berdosa bagi yang melanggarnya. Meskipun jalurnya sudah jelas membentang, namundalam keadaan tertentu terdapat kelonggaran (rukhshah). Kelonggaran-kelonggaran tersebut menunjukan bahwa ajaran islam itu bersifat elastis, luwes, dan manusiawi. Demikian pula, adanya Qiyas, Ijtihad, Istihsan, dan Mashlahih Mursalah, merupakan salah satu jalan keluar dari kesempitan.
6. Tidak Memberatkan
            Manusia adalah makhluk dha’if (lemah), mempunyai kemampuan yang serba terbatas.  Oleh sebab itu, syariat Islam tidak membebani seseorang sampai melampaui kadar kemampuannya. Sesuai dengan misi islam sebagai rahmat bagi manusia, maka islam datang untuk membebaskan manusia dari segala sesuatu yang memberatkanya.  Firma-Nya :
Ÿw ß#Ïk=s3ムª!$# $²¡øÿtR žwÎ) $ygyèóãr 4 $ygs9 $tB ôMt6|¡x. $pköŽn=tãur $tB ôMt6|¡tFø.$# 3 $oY­/u Ÿw !$tRõÏ{#xsè? bÎ) !$uZŠÅ¡®S ÷rr& $tRù'sÜ÷zr& 4 $oY­/u Ÿwur ö@ÏJóss? !$uZøŠn=tã #\ô¹Î) $yJx. ¼çmtFù=yJym n?tã šúïÏ%©!$# `ÏB $uZÎ=ö6s% 4 $uZ­/u Ÿwur $oYù=ÏdJysè? $tB Ÿw sps%$sÛ $oYs9 ¾ÏmÎ/ ( ß#ôã$#ur $¨Ytã öÏÿøî$#ur $oYs9 !$uZôJymö$#ur 4 |MRr& $uZ9s9öqtB $tRöÝÁR$$sù n?tã ÏQöqs)ø9$# šúï͍Ïÿ»x6ø9$# ÇËÑÏÈ  
Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir." (Al-Baqarah:286)


7. Graduasi (Berangsur-angsur)
            Allah sebagai pembuat hukum adalah Maha Bijaksana. Hukum atau ajaran-ajaran yang diberikan kepada manusia secara psikologi sesuai dengan fitrahnya sendiri. Sangat sulit dilaksanakan bila hukum itu datang sekaligus. Oleh karena itu, Allah memberikannya secara bertahap atau berangsur-angsur, tidak sekaligus secara radikal dan revolusioner. Seperti dalam perintah untuk meninggalkan minuman keras, berjudi, dan yang lainnya.
8. Sesuai dengan Fitrah Manusia
            Kata fitrah secara umum berarti “ciptaan, suci, seiman, seimbang”. Dalam konteks ini fitrah berarti watak hakiki dan asli yang dimiliki oleh setiap insan atau sifat alami manusia. Dengan demikian, ajaran islam yang sesuia dengan fitrah manusia memberi keterangan yang pasti tentang kepercayaan asli dan hakiki yang ada dalam diri manusia. Artinya, kondisi awal ciptaan manusia memiliki potensi selalu mengetahui dan cenderung kepada kebenaran, yang dalam al-qur’an disebut dengan hanif. Penjelasan al-qur’an tentang fitrah dalam arti hanif ini adalah :
óOÏ%r'sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $ZÿÏZym 4 |NtôÜÏù «!$# ÓÉL©9$# tsÜsù }¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏö7s? È,ù=yÜÏ9 «!$# 4 šÏ9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$#  ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ  
Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum:30)
9. Argumentatif Filosofis
            Ajaran Islam merupakan ajaran yang argumentatif, yang berarti bahwa tidak cukuip dalam menetapkan persoalan-persoalan dengan mengandalkan doktrin lugas dan instruksi keras. Demikian pula, tidak cukup sekedar berdialog dengan hati dan perasaan serta mengandalkannya untuk menjadi dasar pedoman. Akan tetapi, harus dapat mengikuti dan menguasai segala persoalan dengan disertai alasan yang kuat dan argumentasi yang akurat. Artinya, ajaran islam tidak mengharuskan umatnya secara buta.
(3 ö@è% (#qè?$yd öNà6uZ»ydöç/ bÎ) óOçGZà2 šúüÏ%Ï»|¹ ÇÊÊÊÈ  
Artinya: Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar". (Al-Baqarah:111)
B. SUBSTANSI ISLAM
Substansi dari agama islam terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Rosulullah saw. bersabda yang artinya : …Islam adalah bahwa engkau mengakui tiada Illah yang sebenarnya kecuali Alloh SWT. dan Nabi Muhammad, saw.adalah utusan Allah SWT, engkau menegakan shola, engkau menunaikan zakat, engkau berpuasa di bulan ramadhan, dan engkau beribadah haji ke baitullah jika mampu. (HR  Muslim)
Rosulullah SAW Bersabda yang artinya: “islam adalah engkau yang mengabdi kepada Allah saja tidak mensekutunya dengan suatu yang lain dalam pengabdian, engkau menegakan sholat, engkau menunaikan zakat wajib, dan engkau berpusa di bulan ramadhan. (HR muslim)
Islam tidak hanya terdiri dari beberapa perkara seperti yang di sebutkan dalam hadist diatas, karena islam itu sngat keras, mencakup berbagai segi kehidupan. Yang disebut dua perkara dalam hadist diatas adalah landasan dari suatu bangunan yang disebut islam. Kita dikatakan mengabdi kepada Allah jika, pertama, kita mengakui dan menetapkan Allah sebagai Rabb berkaitan dengan kedudukan dan perbuatanya seperti, penguasa alam semesta, pengatur, pemelihara, penentu halal dan haram, yang mengabulkan do’a dan lain-lain yang semuanya itu bagi Allah, mengakui dan menetapkan Allah sebagai Illah yang haq yang berkaitan dengan semua perbuatan kita seperti, berdo’a, cinta, takut, minta tolong, minta perlindungan, niat dalam seluruh amal, dan lain-lain yang semua itu hanya ditujukan hanya kepada Allah. Kedua, kita membenarkan seluruh yang berasal dari Allah, contohnya yaitu yang berupa wahyu (Al Qur’an, Injil, Taurot, Zabur, Suhuf-Suhuf, dan lain-lain). Dan menolak salah satu kitab yang disebutkan diatas atau bahkan satu ayat saja maka akan merusak pengabdian kita kepada Allah. Ketiga, kita menaati Allah. Ini berjenjang mulai dari yang paling ringan dan sepele sampai yang menyeluruh yakni semua yang dilakukan Rosulullah Saw.

0 komentar:

Posting Komentar